KAWAN


kawan 
Mentari perlahan menari
Nyanyian semilir angin berbisik riuh 
Gerimis rindu terus Mengalir 
Janji yang di Hianti 
Dari kesepakatan, di bangun rasa nyaman 
memaksa Air mata harus tumpah serupa darah 

kawan
Kita pernah berharap 
Tak ada sekat perbedaan di antara kita 
Perselisihan jangan jadikan alasan 
Akhirnya perpisahan singgah menetap 

kawan
Kita sesama Ilmu pendidikan teologi 
sehati sepikir seiya sekata 
berbicara Cinta 
Menjalankan kasih
jangan tinggalkan saya berjuang sendiri  

kawan
benar, kita dari tempat teduh yang berbeda 
Tapi IPTH jadi rumah tempat kita pulang 
merayakan kemenangan, atas ritual semoga 
yang di wujudkan dari usaha 

kawan 
mari, jadilah aku di Antara kita 
jemari saling genggam 
dan sembari berbisik 
ajak aku berjuang 
jadikan IPTH abadi dalam nadi 


Kupang, 11 Februari 2023 
✍️ Ryo Liu 

Postingan populer dari blog ini

AKU

KAMU, KOPI DAN SENJA