Seumpama bunga






seumpama bunga
kita hanya mencintainya saat mekar 
tapi setelah gugur
kita tak lagi inginkan ia hadir
sebab menjadi sampah yang berserakan

seumpama bunga 
kita merawatnya saat kecil 
tapi setelah tumbuh 
kita tak inginkan ia besar 
sebab merampas sejengkal tanah 

seumpama bunga 
kita hanya menyukai 
Harum semerbak wanginya
tapi setelah berduri 
kita lebih inginkan ia mati
sebab kita anggap menjadi ganas melukai 

seumpama bunga 
kita hanya memuji indah 
Tapi saat layu tak berdaya 
Kita membiarkannya begitu saja 
Mati tak di singgahi gerimis 

kefa, 30 September 2022
Ryo Liu ✍️

Postingan populer dari blog ini

AKU

KAMU, KOPI DAN SENJA